Tuesday, 24 September 2013

KEKUATAN DAN KEUTAMAAN KARAKTER



Banyak pembahasan mengenai karakter dalam berbagai diskusi dan seminar. Program-program pendidikan dari Pemerintah pun telah banyak member penekanan pada pendidikan karakter. Pembentukan karakter menjadi salah satu kunci utama keberhasilan kemajuan pembangunan bangsa. Manusia yang merdeka adalah manusia dengan karakter yang kuat (Dewantara, 2004). Pembentukan karakter juga merupakan isu penting dalam pendidikan mengingat tujuan pendidikan adalah pembentukan watak atau karakter (Santoso, 1979). Pembentukan karakter yang dimasukkan dalam program-program pendidikan bertujuan agar terbentuk generasi penerus bangsa yang bukan hanya intelek melainkan juga kuat karakternya, sehingga dari pembentukan karakter tadi terbentuk pondasi yang kuat sebagai akar pembangunan suatu bangsa.


2.      Kepribadian dan Karakter
Antara kepribadian dan karakter keduanya memiliki kaitan yang erat. Meskipun demikian keduanya tidak saling berhubungan langsung. Sebelum membahas karakter, kepribadian perlu dibahas terlebih dahulu karena keduanya sering tertukar. Kepribadian manusia adalah merupakan suatu susunan sistem yang saling berinteraksi dalam mengarahkan tingkah laku yang kompleks dan dinamis dalam diri seorang individu, yang menentukan penyesuaian diri individu tersebut terhadap lingkungannya, sehingga akan tampak dalam tingkah lakunya. Kepribadian manusia adalah sesuatu yang dinamis. Dalam memahami kepribadian seseorang perlu diketahui sejarah hidup, latar belakang budaya, ambisi, cita-cita, karakter, motif, dan sifatnya serta keterkaitan semua itu dalam pembentukan kepribadiannya. Sedangkan karakter adalah akumulasi dari kepribadian yang terbentuk selama masa hidup seorang individu yang ditampilkan, serta disesuaikan dengan nilai dan norma tertentu. Karakter diperoleh melalui pengasuhan dan pendidikan. Karakter yang kuat terbentuk dari proses pemelajaran, pelatihan serta peneladanan yang lama.
3.      Kekuatan dan Keutamaan Karakter

Proses identifikasi karakter seseorang dapat dilakukan dengan mengetahui ciri-ciri keutamaan yang khusus serta respons secara umum dari orang tersebut. Karakter yang kuat adalah karakter yang bercirikan keutamaan-keutamaan yang merupakan keunggulan manusia. Di sini keutamaan sebagai kekuatan karakter dibedakan dari bakat dan kemampuan. Penggalian, pengenalan, dan pengukuran keutamaan dapat dilakukan melalui teknik inventori, skala sikap, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan simulasi.

4.      Membedakan Keutamaan, Kekuatan Karakter dan Tema Situasional
Cara mengenali keutamaan berbeda dengan cara mengenali kekuatan karakter, juga berbeda dengan cara mengenali tema situasional. Hubungan antara keutamaan, kekuatan dan tema situasional karakter bersifat hierarkis. Keutamaan berada di level atas, lalu kekuatan di level tengah, dan tema situasional di level bawah. Berbagai perilaku dapat dinilai berdasarkan keutamaan yang secara umum terdiri dari: kebijaksanaan, kesatriaan, kemanusiaan, keadilan, pengendalian atau pengelolaan diri, dan transendensi. Kekuatan karakter adalah unsur psikologis, lebih tepatnya, proses yang mendefinisikan keutamaan. Dengan kata lain, keutamaan dapat dicapai melalui pencapaian kekuatan karakter. Tema situasional dari karakter adalah kebiasaan khusus yang mengarahkan orang untuk mewujudkan kekuatan karakter dalam situasi tertentu
5.      Kriteria Karakter yang Kuat
a.  Karakter yang ciri-cirinya terhadap pembentukan kehidupan yang baik untuk diri sendiri dan sekaligus untuk orang lain.
b. Ciri-ciri atau kekuatan yang dikandungnya secara moral bernilai sebagai sesuatu yang baik bagi diri sendiri dan orang lain, bahkan walaupun tak ada keuntungan langsung yang dihasilkannya.
c. Penampilan ciri-ciri itu tidak mengganggu, membatasi atau menghambat orang-orang di sekitarnya.
d. Kekuatan karakter tampil dalam rentang tingkah laku individu yang mencakup pikiran, perasaan, dan tindakan, serta dapat dikenali, dievaluasi dan diperbandingkan derajat kuatlemahnya.
e. Karakter yang kuat dapat dibedakan dari ciri-ciri yang berlawanan dengannya.
f. Kekuatan karakter diwadahi oleh model atau kerangka pikir ideal.
g. Kekuatan karakter dapat dibedakan dari sifat positif yang lain tetapi yang saling terkait secara erat.
h. Dalam konteks dan ruang lingkup tertentu, kekuatan karakter tertentu menjadi ciri yang mengagumkan bagi orang-orang yang mempersepsinya.
i. Boleh jadi tidak semua ciri karakter yang kuat muncul pada seseorang, tetapi kebanyakan dari ciri-ciri karakter yang kuat tampil pada orang itu.
j. Kekuatan karakter memiliki akar psiko-sosial; potensinya ada dalam diri sendiri, dan aktualitanya dipengaruhi oleh lingkungan sosial.
6.      Keutamaan dan Kekuatan Karakter Yang Membentuknya
Kebijaksanaan dan pengetahuan merupakan keutamaan yang berkaitan dengan fungsi kognitif, yaitu tentang bagaimana mendapatkan dan menggunakan pengetahuan. Kemanusiaan dan cinta merupakan keutamaan yang mencakup kemampuan interpersonal dan bagaimana menjalin pertemanan dengan orang lain. Keutamaan keadilan (justice) mendasari kehidupan yang sehat dalam suatu masyarakat. Pengelolaan diri (temperance) adalah keutamaan untuk melindungi diri dari segala akibat buruk yang mungkin terjadi di kemudian hari karena perbuatan sendiri. Transendensi merupakan keutamaan yang menghubungkan kehidupan manusia dengan seluruh alam semesta dan memberi makna kepada kehidupan
7.       Karakter dan Spiritualitas
Kekuatan dalam keutamaan transendensi ditandai oleh kemampuan untuk membayangkan apa yang mungkin ada di luar situasi yang dialami kini dan di sini. Spiritualitas merujuk kepada sesuatu yang amat religious, sesuatu yang berkaitan dengan roh, dan hal-hal yang sakral. Pandangan lain menunjukan bahwa spiritualitas tidak terpisah dari kehidupan sehari-hari yaitu pengalaman yang terjadi di tengah keseharian hidup manusia. Karakter selalu didasari oleh spiritualitas. Daya-daya spiritual menghindarkan kita dari godaan dan menguatkan kita saat berada dalam situasi yang sulit. Dengan demikian, ketika berbicara tentang karakter maka kita juga berbicara tentang spiritualitas, tentang daya-daya yang menguatkan dan mengambangkan manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

8.      Keutamaan Karakter dan Kebahagiaan

Pembentukan karakter berkaitan erat dengan pencapaian kebahagiaan. Jika kita ingin bahagia, maka kita harus memuliai berfikir positif, memandang hidup dan orang lain sebagai hal yang baik, serta memaknai dunia dan seisinya sebagai kebahagiaan yang dianugerahkan kepada kita. Perpaduan dari tiga kebahagiaan terserbut dan keutamaan-keutamaan karakter merupakan bahan dari pendidikan karakter.

No comments:

Post a Comment