Banyak pembahasan mengenai karakter dalam
berbagai diskusi dan seminar. Program-program pendidikan dari Pemerintah pun telah
banyak member penekanan pada pendidikan karakter. Pembentukan karakter menjadi
salah satu kunci utama keberhasilan kemajuan pembangunan bangsa. Manusia yang
merdeka adalah manusia dengan karakter yang kuat (Dewantara, 2004). Pembentukan
karakter juga merupakan isu penting dalam pendidikan mengingat tujuan
pendidikan adalah pembentukan watak atau karakter (Santoso, 1979). Pembentukan
karakter yang dimasukkan dalam program-program pendidikan bertujuan agar
terbentuk generasi penerus bangsa yang bukan hanya intelek melainkan juga kuat
karakternya, sehingga dari pembentukan karakter tadi terbentuk pondasi yang
kuat sebagai akar pembangunan suatu bangsa.
2.
Kepribadian
dan Karakter
Antara kepribadian dan karakter keduanya memiliki kaitan yang erat.
Meskipun demikian keduanya tidak saling berhubungan langsung. Sebelum membahas
karakter, kepribadian perlu dibahas terlebih dahulu karena keduanya sering
tertukar. Kepribadian manusia adalah merupakan suatu susunan sistem yang saling berinteraksi dalam mengarahkan tingkah laku yang kompleks dan
dinamis dalam diri seorang individu, yang menentukan penyesuaian diri individu
tersebut terhadap lingkungannya, sehingga akan tampak dalam tingkah lakunya. Kepribadian manusia adalah sesuatu yang dinamis. Dalam memahami
kepribadian seseorang perlu diketahui sejarah hidup, latar belakang budaya,
ambisi, cita-cita, karakter, motif, dan sifatnya serta keterkaitan semua itu
dalam pembentukan kepribadiannya. Sedangkan karakter adalah akumulasi dari
kepribadian yang terbentuk selama masa hidup seorang individu yang ditampilkan,
serta disesuaikan dengan nilai dan norma tertentu. Karakter diperoleh melalui pengasuhan
dan pendidikan. Karakter yang kuat terbentuk dari proses pemelajaran, pelatihan
serta peneladanan yang lama.
3.
Kekuatan dan Keutamaan Karakter
Proses identifikasi karakter seseorang
dapat dilakukan dengan mengetahui ciri-ciri keutamaan yang khusus serta respons
secara umum dari orang tersebut. Karakter yang kuat adalah karakter yang bercirikan
keutamaan-keutamaan yang merupakan keunggulan manusia. Di sini keutamaan
sebagai kekuatan karakter dibedakan dari bakat dan kemampuan. Penggalian,
pengenalan, dan pengukuran keutamaan dapat dilakukan melalui teknik inventori,
skala sikap, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan simulasi.
4.
Membedakan
Keutamaan, Kekuatan Karakter dan Tema Situasional
Cara mengenali keutamaan berbeda dengan
cara mengenali kekuatan karakter, juga berbeda dengan cara mengenali tema
situasional. Hubungan antara keutamaan, kekuatan dan tema situasional karakter
bersifat hierarkis. Keutamaan berada di level atas, lalu kekuatan di level
tengah, dan tema situasional di level bawah. Berbagai perilaku dapat dinilai
berdasarkan keutamaan yang secara umum terdiri dari: kebijaksanaan, kesatriaan,
kemanusiaan, keadilan, pengendalian atau pengelolaan diri, dan transendensi.
Kekuatan karakter adalah unsur psikologis, lebih tepatnya, proses yang
mendefinisikan keutamaan. Dengan kata lain, keutamaan dapat dicapai melalui
pencapaian kekuatan karakter. Tema situasional dari karakter adalah kebiasaan
khusus yang mengarahkan orang untuk mewujudkan kekuatan karakter dalam situasi
tertentu
5.
Kriteria
Karakter yang Kuat
a.
Karakter yang ciri-cirinya terhadap pembentukan kehidupan yang baik
untuk diri sendiri dan sekaligus untuk orang lain.
b. Ciri-ciri atau kekuatan yang
dikandungnya secara moral bernilai sebagai sesuatu yang baik bagi diri sendiri
dan orang lain, bahkan walaupun tak ada keuntungan langsung yang dihasilkannya.
c. Penampilan ciri-ciri itu tidak
mengganggu, membatasi atau menghambat orang-orang di sekitarnya.
d. Kekuatan karakter tampil dalam rentang
tingkah laku individu yang mencakup pikiran, perasaan, dan tindakan, serta
dapat dikenali, dievaluasi dan diperbandingkan derajat kuatlemahnya.
e. Karakter yang kuat dapat dibedakan dari
ciri-ciri yang berlawanan dengannya.
f. Kekuatan karakter diwadahi oleh model
atau kerangka pikir ideal.
g. Kekuatan karakter dapat dibedakan dari
sifat positif yang lain tetapi yang saling terkait secara erat.
h. Dalam konteks dan ruang lingkup tertentu,
kekuatan karakter tertentu menjadi ciri yang mengagumkan bagi orang-orang yang
mempersepsinya.
i. Boleh jadi tidak semua ciri karakter
yang kuat muncul pada seseorang, tetapi kebanyakan dari ciri-ciri karakter yang
kuat tampil pada orang itu.
j. Kekuatan karakter memiliki akar
psiko-sosial; potensinya ada dalam diri sendiri, dan aktualitanya dipengaruhi
oleh lingkungan sosial.
6.
Keutamaan
dan Kekuatan Karakter Yang Membentuknya
Kebijaksanaan dan pengetahuan merupakan
keutamaan yang berkaitan dengan fungsi kognitif, yaitu tentang bagaimana
mendapatkan dan menggunakan pengetahuan. Kemanusiaan dan cinta merupakan
keutamaan yang mencakup kemampuan interpersonal dan bagaimana menjalin
pertemanan dengan orang lain. Keutamaan keadilan (justice) mendasari
kehidupan yang sehat dalam suatu masyarakat. Pengelolaan diri (temperance)
adalah keutamaan untuk melindungi diri dari segala akibat buruk yang mungkin
terjadi di kemudian hari karena perbuatan sendiri. Transendensi merupakan
keutamaan yang menghubungkan kehidupan manusia dengan seluruh alam semesta dan
memberi makna kepada kehidupan
7.
Karakter dan Spiritualitas
Kekuatan dalam keutamaan transendensi
ditandai oleh kemampuan untuk membayangkan apa yang mungkin ada di luar situasi
yang dialami kini dan di sini. Spiritualitas merujuk kepada sesuatu yang amat religious, sesuatu
yang berkaitan dengan roh, dan hal-hal yang sakral. Pandangan
lain menunjukan bahwa spiritualitas tidak terpisah dari kehidupan sehari-hari
yaitu pengalaman yang terjadi di tengah keseharian hidup manusia. Karakter selalu didasari oleh spiritualitas. Daya-daya spiritual
menghindarkan kita dari godaan dan menguatkan kita saat berada dalam situasi
yang sulit. Dengan demikian, ketika berbicara tentang karakter maka kita juga
berbicara tentang spiritualitas, tentang daya-daya yang menguatkan dan
mengambangkan manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
8.
Keutamaan
Karakter dan Kebahagiaan
Pembentukan karakter berkaitan erat dengan
pencapaian kebahagiaan. Jika kita ingin bahagia, maka kita harus memuliai
berfikir positif, memandang hidup dan orang lain sebagai hal yang baik, serta
memaknai dunia dan seisinya sebagai kebahagiaan yang dianugerahkan kepada kita.
Perpaduan dari tiga kebahagiaan terserbut dan keutamaan-keutamaan karakter
merupakan bahan dari pendidikan karakter.
No comments:
Post a Comment