Tuesday, 24 September 2013

Resensi Buku Sang Pencerah



 



SANG PENCERAH

 

Judul buku : Sang Pencerah
Penulis : Akmal Nasery Basral
Penerbit : Mizan
Tahun terbit : 2010
Jumlah halaman : 461


          








Muhammad Darwis atau biasa dipanggil Darwis, pemuda yang terlahir dari kalangan keluarga biasa dan bisa tumbuh menjadi orang yang luar biasa. Muhammad Darwis adalah nama KH Ahmad Dahlan sebelum beliau ke pergi ke Mekkah. Beliau sering bertanya dalam hatinya mengapa agama yang diyakininya sebagai rahmatan lilalamin (rahmat atau kebaikan bagi seluruh alam) justru tidak nampak semestinya. Sepulangnya beliau dari Mekkah, banyak ajaran Islam di Indonesia yang menurut beliau tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Pemahaman agama juga bercampur aduk dengan kepercayaan mistik berlebihan



Sesajen berbagai jenis makanan terbuang begitu saja. Upacara tahlilan yang sangat berlebihan, karena hal itu seperti diwajibkan, padahal banyak yang tidak mampu melaksanakan karena dianggap membebani. Bahkan mereka yang sudah kehilangan saudaranya juga harus melaksanakan tahlilan yang overdosis, membuat masyarakat menjadi sedih lahir dan batin. Masyarakat beranggapan bahwa tahlilan adalah kewajiban agama. Sedangkan Darwis merasa yakin bahwa ini bukan esensi beragama. Pasti ada kesalahan pemahaman terhadap agama yang sebenarnya untuk rahmatan lilalamin.
Ahmad Dahlan merupakan sesosok pemuda pendobrak tradisi, yang tak lain berniat agar Islam kembali menjadi agama yang rahmad dan berkah. Dalam perjuangan menegakkan ajaran Islam yang benar, beliau mendapatkan banyak cobaan. Mulai dari dianggap sebagai penganut dan penyebar ajaran sesat hingga dianggap sebagai seorang kafir. Beliau juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat beliau surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah dan lima murid murid setianya : Sudja, Sangidu, Fahrudin, Hisyam dan Dirjo, Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.
            Secara garis besar, novel ini berisi tentang perjalanan seorang hidup seorang Muhammad Darwis atau yang dikenal sebagai KH. Ahmad Dahlan. Selain itu, novel ini juga berkisah mengenai pemikiran-pemikiran beliau yang memang dikenal sebagai pembaharu dan pendobrak tradisi. Pemikiran terdalam tersebut yang mengilhami judul buku ini, Sang pencerah. Ada banyak fragmen cerita di dalam buku ini. Termasuk saat KH Ahmad Dahlan masih kanak-kanak hingga beliau hidup sebagai manusia dewasa. Meski merupakan sebuah novel, namun beberapa orang beranggapan bahwa buku ini serupa dengan biografi KH Ahmad Dahlan sebab memuat kejadian-kejadian, kisah hidup dari sang pencerah ini. Itu artinya, meski Anda membaca novel namun kejadian yang dituliskan di dalamnya adalah nyata. Meski memang susah menakar sejarah dalam ranah fiksi, namun apa yang ditulis dalam novel ini tidak melenceng dari tatanan sejarah.
Buku ini sangat direkomendasikan dibaca oleh siapapun sebab gagasannya memang mencerahkan. Penggunaan bahasa yang sederhana juga mengantar gagasan tersebut dengan lebih baik. kata- kata yang digunakan bersifat membangun,alurnya  cukup jelas dan tidak terbelit- belit. Inilah novel yang memacu semangat kita untuk terus berjuang demi mendapatkan cita-cita yang mulia. Kekecewan, cercaan, bahkan hinaan bukanlah penghalang utama jika anda sanggup melewatinya hal terindah akan anda terima.

 Untuk informasi dan resensi buku-buku yang lain dapat dilihat di sini atau di sana. Untuk mendaftar Qbaca silakan klik pada tautan berikut ini.

No comments:

Post a Comment