Tuesday, 24 September 2013

Resensi Buku Sang Pencerah



 



SANG PENCERAH

 

Judul buku : Sang Pencerah
Penulis : Akmal Nasery Basral
Penerbit : Mizan
Tahun terbit : 2010
Jumlah halaman : 461


          








Muhammad Darwis atau biasa dipanggil Darwis, pemuda yang terlahir dari kalangan keluarga biasa dan bisa tumbuh menjadi orang yang luar biasa. Muhammad Darwis adalah nama KH Ahmad Dahlan sebelum beliau ke pergi ke Mekkah. Beliau sering bertanya dalam hatinya mengapa agama yang diyakininya sebagai rahmatan lilalamin (rahmat atau kebaikan bagi seluruh alam) justru tidak nampak semestinya. Sepulangnya beliau dari Mekkah, banyak ajaran Islam di Indonesia yang menurut beliau tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Pemahaman agama juga bercampur aduk dengan kepercayaan mistik berlebihan

DASAR-DASAR FILSAFAT



Filsafat merupakan akar dari semua ilmu pengetahuan. Tidak ada pengetahuan yang tumbuh tanpa didahului oleh filsafat ilmunya. Maka, antara filsafat dan pengetahuan keduanya memiliki hubungan. Penjelasan tentang hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan dapat kita temui dalam literatur filsafat ilmu. Filsafat ilmu berkaitan dengan asumsi, fondasi, metode, dan implikasi dari ilmu pengetahuan. Kajian ini juga berkaitan dengan penggunaan dan manfaat ilmu pengetahuan, serta eksplorasi apakah hasil ilmiah sungguh-sungguh menghasilkan kebenaran. Filsafat ilmu juga mempertimbangkan masalah yang berlaku untuk ilmu tertentu. Beberapa filsuf ilmu juga menggunakan hasil kontemporer ilmu pengetahuan untuk memperoleh kesimpulan tentang filsafat. Di sisi lain, filsafat ilmu berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, dasar-dasar filsafat perlu diketahui sebelum menekuni sebuah ilmu pengetahuan.

Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia




Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia
Sebelum Indonesia menjadi negara kesatuan seperti sekarang ini dahulu lebih dulu ada kerajaan-kerajaan. Kepercayaan-kepercayaan akan adanya pemilik dan pengatur alam semesta ini mulai muncul ketika itu. Awalnya masyarakat pada waktu itu mempercayai adanya kekuatan pada benda-benda yang mempunyai kekuatan supranatural. Mereka mulai mengetahui adanya agama ketika datangnya agama Hindu dan Budha. Pada waktu itu hampir semua penduduk kerajaan beragama Hindu atau Budha karena diharuskan untuk tunduk pada raja mereka yang juga beragama yang sama. Sekitar abad ke-7 Masehi baru lah agama Islam masuk ke Indonesia.

KEKUATAN DAN KEUTAMAAN KARAKTER



Banyak pembahasan mengenai karakter dalam berbagai diskusi dan seminar. Program-program pendidikan dari Pemerintah pun telah banyak member penekanan pada pendidikan karakter. Pembentukan karakter menjadi salah satu kunci utama keberhasilan kemajuan pembangunan bangsa. Manusia yang merdeka adalah manusia dengan karakter yang kuat (Dewantara, 2004). Pembentukan karakter juga merupakan isu penting dalam pendidikan mengingat tujuan pendidikan adalah pembentukan watak atau karakter (Santoso, 1979). Pembentukan karakter yang dimasukkan dalam program-program pendidikan bertujuan agar terbentuk generasi penerus bangsa yang bukan hanya intelek melainkan juga kuat karakternya, sehingga dari pembentukan karakter tadi terbentuk pondasi yang kuat sebagai akar pembangunan suatu bangsa.