Arema Memastikan diri menjadi juara putaran pertama musim Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 setelah mengalahkan tamunya, PSM Makassar, 3-0 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Malang, Jawa Timur, Rabu petang.
Sejak wasit M. Safei meniup peluit dimulainya pertandingan, tuan rumah Singo Edan langsung turun menyerang dari semua lini. Belum siap menghadapi serangan gencar di menit-menit awal, kesebelasan Juku Eja langsung kebobolan di menit ke-4. Serangan gelandang Arema, Chamelo Roman melaui sebuah heading memanfaatkan sepak pojok dari Zulkifli, gagal ditepis kiper PSM, Samsidar.
Unggul lebih dahulu membuat para pemain Arema semakin beringas. Hampir setiap upaya serangan PSM, langsung dengan cepat dipatahkan oleh para pemain Singo Edan. Sebaliknya, hampir dua menit sekali tuan rumah membahayakan gawang lawan.
Menghadapi serangan bertubi-tubi, para pemain PSM tampak kocar-kacir. Nyaris tidak terlihat pola permainan taktis mereka saat menahan imbang Persema Malang 1-1 beberapa waktu sebelumnya .
Puncaknya di menit ke-39, gawang Samsidar kembali koyak. Arema menambah gol dari kaki striker Noh Alamshah dalam satu serangan balik cepat yang hanya menyisakan Alamshah berhadapan dengan Samsidar. Kedudukan 2-0 bagi tuan rumah bertahan hingga babak pertama usai.
Usai turun minum, tim pelatih Juku Eja terlihat mengganti formasi pemain. PSM terlihat menambah barisan penyerangnya, setelah gelandang Adnan Buyung dikeluarkan dan digantikan dengan pemain penyerang, M.Taqwa Ikhlas begitu babak kedua dimulai.
Strategi ini terlihat cukup berhasil. Beberapa kali serangan PSM membahayakan gawang Arema.
Melihat gelagat PSM mulai mendapat angin, Pelatih Arema Robert Rene Albert pun segera mengganti sejumlah pemainnya yang dinilai permainannya tidak berkembang. Robert mengganti gelandang Rony Firmansyah dan menggantikannya dengan Juan Revi di menit 59, serta mengganto striker Noh Alamshah dengan striker muda Dendi Santoso di menit-77.
Suntikan tenaga baru ini cukup berarti bagi tuan rumah yang mulai banyak terkena sanksi kartu kuning. Pada dua menit babak tambahan, Arema kembali membobol gawang PSM melalui aksi individu striker M.Fakhrudin usai mengecoh pemain lini belakang PSM, Rendy Siregar.
Gol terakhir Fakhrudin sekaligus menutup kemenangan Arema atas PSM Makasar. Arema menang 3-0 atas tamunya tersebut.
Dalam partai ini juga terjadi banjir kartu kuning. Setidaknya ada dua kartu kuning diterima Arema yaitu bagi kiper Kurnia meiga dan gelandang Roy Firmansyah. Adapun dri kubu PSM Makasar tiga pemainnya diganjar kartu kunig oleh wasit. Mereka adalah Rendy Siregar dan Fandy Edi (keduanya pemain belakang), serta Asri Ak bar (pemain tengah).
Hasil ini cukup memuaskan dan sesuai target. Sejak awal kami menargetkan jangan sampai kebobolan untuk menjaga statistic permainan kami bahwa hingga separuh musim kami kebobolan delapan kali dan berhasil memasukkan lebih dari 20 kali ujar Pelatih Arema, Robert Rene Albert. [msh/kompas]
Sejak wasit M. Safei meniup peluit dimulainya pertandingan, tuan rumah Singo Edan langsung turun menyerang dari semua lini. Belum siap menghadapi serangan gencar di menit-menit awal, kesebelasan Juku Eja langsung kebobolan di menit ke-4. Serangan gelandang Arema, Chamelo Roman melaui sebuah heading memanfaatkan sepak pojok dari Zulkifli, gagal ditepis kiper PSM, Samsidar.
Unggul lebih dahulu membuat para pemain Arema semakin beringas. Hampir setiap upaya serangan PSM, langsung dengan cepat dipatahkan oleh para pemain Singo Edan. Sebaliknya, hampir dua menit sekali tuan rumah membahayakan gawang lawan.
Menghadapi serangan bertubi-tubi, para pemain PSM tampak kocar-kacir. Nyaris tidak terlihat pola permainan taktis mereka saat menahan imbang Persema Malang 1-1 beberapa waktu sebelumnya .
Puncaknya di menit ke-39, gawang Samsidar kembali koyak. Arema menambah gol dari kaki striker Noh Alamshah dalam satu serangan balik cepat yang hanya menyisakan Alamshah berhadapan dengan Samsidar. Kedudukan 2-0 bagi tuan rumah bertahan hingga babak pertama usai.
Usai turun minum, tim pelatih Juku Eja terlihat mengganti formasi pemain. PSM terlihat menambah barisan penyerangnya, setelah gelandang Adnan Buyung dikeluarkan dan digantikan dengan pemain penyerang, M.Taqwa Ikhlas begitu babak kedua dimulai.
Strategi ini terlihat cukup berhasil. Beberapa kali serangan PSM membahayakan gawang Arema.
Melihat gelagat PSM mulai mendapat angin, Pelatih Arema Robert Rene Albert pun segera mengganti sejumlah pemainnya yang dinilai permainannya tidak berkembang. Robert mengganti gelandang Rony Firmansyah dan menggantikannya dengan Juan Revi di menit 59, serta mengganto striker Noh Alamshah dengan striker muda Dendi Santoso di menit-77.
Suntikan tenaga baru ini cukup berarti bagi tuan rumah yang mulai banyak terkena sanksi kartu kuning. Pada dua menit babak tambahan, Arema kembali membobol gawang PSM melalui aksi individu striker M.Fakhrudin usai mengecoh pemain lini belakang PSM, Rendy Siregar.
Gol terakhir Fakhrudin sekaligus menutup kemenangan Arema atas PSM Makasar. Arema menang 3-0 atas tamunya tersebut.
Dalam partai ini juga terjadi banjir kartu kuning. Setidaknya ada dua kartu kuning diterima Arema yaitu bagi kiper Kurnia meiga dan gelandang Roy Firmansyah. Adapun dri kubu PSM Makasar tiga pemainnya diganjar kartu kunig oleh wasit. Mereka adalah Rendy Siregar dan Fandy Edi (keduanya pemain belakang), serta Asri Ak bar (pemain tengah).
Hasil ini cukup memuaskan dan sesuai target. Sejak awal kami menargetkan jangan sampai kebobolan untuk menjaga statistic permainan kami bahwa hingga separuh musim kami kebobolan delapan kali dan berhasil memasukkan lebih dari 20 kali ujar Pelatih Arema, Robert Rene Albert. [msh/kompas]

No comments:
Post a Comment